Anda di sini

Pengetahuan dasar seputar sepeda yang paling sering ditanyakan pesepeda pemula (Bagian 1)

Bingung dengan berbagai macam tipe sepeda? khawatir kehujanan pada saat bersepeda? atau lalu lintas yang ramai apakah berbahaya bagi para pesepeda? berikut berbagai rangkuman jawaban yang paling sering ditanyakan oleh pesepeda pemula :

Apakah bersepeda berbahaya?

Saat ini banyak kita temui berbagai kampanye bersepeda yang aman, mungkin Anda akan terkejut dengan penelitian yang dilakukan di Inggris, bersepeda tidaklah berbahaya, baik Anda yang bersepeda di jalan raya maupun di luar jalan raya seperti gunung, jalan berbatu atau tempat lainnya. Kematian yang disebabkan oleh bersepeda sangatlah jarang terjadi. Tingkat kematian tertinggi di jalan raya justru dialami oleh para pesepeda motor dan para pejalan kaki.

Di Inggris, setiap tahun terdapat 10 - 15 kecelakaan fatal bersepeda tanpa melibatkan kendaraan seperti mobil dan motor, ungkap ahli keselamatan, Malcolm Wardlaw. Sependapat dengan Malcolm Wardlaw, John Franklin, ahli sepeda mengungkapkan bahwa risiko bersepeda tidaklah sama dengan kenyataan. Tidak ada kehidupan yang bebas dari risiko, Hal ini sangat terkait dengan pengelolaan risiko, bukan menghindarinya. Sebagai pesepeda jalan raya (road cyclist) misalnya, kita harus bisa mengelola risiko antara lain menggunakan peralatan keselamatan, bersikap patuh dan taat terhadap peraturan lalu lintas sehingga pengguna jalan yang lain akan menghargai kita.

Bagaimana jika ban sepeda bocor?

Kejadian bocor sepeda sangatlah jarang terjadi. Untuk pesepeda jalan raya, cara pencegahan yang paling baik adalah menggunakan ban tahan bocor. Ban ini memiliki lapisan khusus yang akan melindungi ban dalam Anda pecahan kaca maupun paku yang relatif kecil ukurannya. Anda juga bisa melindungi sepeda Anda dengan menghindari pecahan kaca maupun paku yang ada di depan Anda.

Saat ini banyak tersedia pilihan ban sepeda baik menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam ban sepeda maupun ban tubeless, sistem ini sangat populer di kalangan para pesepeda gunung untuk melindungi ban mereka pada saat berkendara. Mirip dengan ban mobil, ban ini menggunakan teknologi tekanan udara dengan cairan pelindung yang akan mengisi dan menutup kebocoran secara cepat.

Opsi lainnya mungkin bisa menggunakan ban cadangan, tentunya dengan peralatan yang memadai antara toolkit dan pompa ban sepeda. Teknik ini membutuhkan sedikit keterampilan dan kesabaran. Banyak dari para pesepeda memakai cara ini dengan membawa ban cadangan untuk mengantisipasi jika suatu saat terjadi ban bocor.

Mengapa ada banyak tipe rem?

Rem sepeda pada saat ini umumnya menggunakan RIM dari roda sepeda, dikenal dengan V-brake maupun yang lebih baru teknologinya yaitu menggunakan cakram / disk brake yang dipasang dekat dengan HUB, seperti halnya sepeda motor atau mobil. V-brake sangat dipengaruhi oleh air dan kondisi rim, sedangkan disk brake lebih rumit namun lebih konsisten dan powerful. Teknologi v-brake sudah lama dikenal dibandingkan disk brake. Hampir semua road bike atau sepeda balap menggunakan v-brake, karena sepeda ini dirancang seringan mungkin. Sedangkan teknologi disk brake banyak dipakai pada sepeda gunung karena kehandalannya dalam melakukan pengereman. Disk brake pun saat ini ada dua jenis yaitu mekanik dan hidrolik. Disk brake hidrolik menawarkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan mekanik.



Berita terkait

Oops! Konten tidak tersedia